RSS

Terjemah minhajul abidin bagian 4

25 Agu

Perbedaan bunyi huruf Dho dengan dzo sehingga sampai lupa memperhatikan dan menjaga syarat-syarat dan rukun lainnya apa lagi memikirkan maknanya bacaan atau hikmah-hikmah dan asrornya shalat.
Inipun suatu kekeliruan (gurur) karena yang diperintahkan dalam bacaan itu ialah bunyi-bunyi huruf sebagaimana yang dipakai dalam berbicara bahasa Arab. tidak diberat-beratkan atau dilebih-lebihkan dari yang sernestinya.
Bagian ketiga yang terkena gurur itu adalah golongan ahli Tasawuf. gurur disini banyak pula macamnya, terutarna. ahli-ahli Tasawuf zaman sekarang. Kecuali yang dipelihara olch Allah. Diantaranya ialah yang mengaku bahwa dia telah merniliki ilmu ma’rifat dan telah dapat melihat Tuhan dengan mata hati dan telah melalui beberapa tingkatan dan ahwal dan lain istilah dalam ilmu tasawuf, mereka mengaku bahwa dirinya sudah dekat kepada Allah, padahal mereka itu hanya tahu nama saja, yang dapat mereka dengar dari lafadz-lafadz yang bisa menjadi keliru dan sesat.
.Mereka menyangaka bahwa yang demikian itu ilmu yang tertitnggi dari ummat yang awal dan yang akhir, mereka memandang kepada ahli-ahli Fakih dan ahli tafsir dan ahli-ahli hadits dan kepada golongan-golongan ulama, dengan pandangan rendah dan menghina, terutama sekali terhadap orang awam. Orang awam dalam pandangan mereka adalah seolah-olah binatang ternak saja. Oleh karena gururnya itulah yang mengakibatkan orang awam, yang menjadi petani telah meninggalkan sawahnya, mereka tidak mau lagi menggarapnya: sementara penenun meninggalkan pula tenunannya. Mereka hanya selalu mulazamah/menggauli sepanjang harinya, ahli-ahli tasauf gadungan itu dan mendengarkan kalimat-kalimat yang diucapkannya saja, yang tidak ada isinya samasekali, mengulang-ulangi kata-kata itu seolah-olah mengucapkan wahyu dari langit, dan rahasia-rahasia yang tersembunyi. dan meluncur lidahnya menghina ahli-ahli ibadah dan ahli-ahli ilmu.
Terhadap ahli ibadah ia mengatakan bahwa yang mengerjakan ibadah-ibadah itu, hanya membuat dirinya payah saja dan terhadap ahli ilmu mereka mengatakan bahwa yang membicarakan soal ilmu-ilmu itu, mereka terhijab/tertutup dari Allah.
Selanjutnya mereka mengaku bahwa hanya merekalah yang sudah sampai kepada Allah dan mendapatkan pangkat muqorrobin, padahal sebetulnya mereka dalam pandangan Allah termasuk golongan pujjar/lacut dan munafiq dan dalam pandangan orang-orang yang mempunyai hati yang cerdik, mereka itu termasuk golongan orang yang otaknya miring, dungu dan tertipu, tidak mempunyai ilmu sama-sekali, dalam Tauhid, Fiqih dan tasauf yang sebenarnya, mereka betul-betul tidak mempunyai didikan hati untuk mujahadah, dan tidak melakukan amal untuk sampai kepada keridoan Allah, dan hatinya melupakan zikir sehingga selalu menurutkan keinginan nafsu dan syahwat dan menerima perkataan yang sia-sia. Betapa hebatnya gurur ini
Dan ada lagi golongan yang menghabiskan waktunya dalam mujahadah/berjuang mendidik akhIak dan membersihkan diri dari celaan, akan tetapi terlalu mendalam, sehingga terus-terusan mereka mencari ke’aiban diri dan mengkaji tipuan-tipuannya, sehingga menjadi pekerjaan sehari-hari. Semua kelakuan, terlalu mendalam diteliti, ini ‘aib, itu buruk, dstnya; orang yang menghabiskan umurnya hanya untuk meneliti yang ‘aib-‘aib saja, sama halnya dengan seorang yang hanya mengingat-ingat dan menghitung-hitung saja bahaya-bahaya dalam menunaikan ibadah haji, yang akhirnya ia tidak jadi naik haji.
Bagian ke4, yang terkena gurur itu, ialah golongan hartawan, golongan yang banyak uang. Inipun banyak pula ragamnya, diantaranya ada segolongan yang sangat gemar bersedekah kepada fakir dan miskin, tapi dengan syarat diketahui oleh orang banyak.
Fakir miskin yang disukai olehnya ialah yang suka menceritakan kebaikan/ memuji sihartawan. itu. Mereka tidak suka bersedekah dengan diam-diam. Adapun bersedekah dihadapan orang lain dengan maksud untuk memberi contoh dan mengetuk hati orang lain supaya gemar bersedekah, hal itu baik. Dalam hal demikian yang menjadi soal ialah tujuan (niat) dalam hati/tujuan batin.
Ada lagi golongan yang sangat gemar membelanjakan hartanya untuk naik haji, mereka sangat sering pulang-pergi naik haji beberapa kali, padahal tetangganya banyak yang kelaparan. Oleh karenaya Ibnu Mas’ud telah berkata : Nanti pada akhir zaman akan banyak orang pergi haji dengan mudah sekali karena banyak rizkinya dari perdagangan dan lainnya. Akan tetapi sekembalinya dari haji, mereka hampa dari ganjaran, tak mendapat pahala, karena tetangga yang rapat dengan rumahnya yang mendapat kesukaran dan kesusahan tidak diperdulikannya, bahkan ditanyapun tidak. Duduknya hukum : menolong kesusahan tetangga yang dekat adalah wajib. dan naik haji yang kedua kali dan seterusnya hukumnya sunnah.
Ada lagi golongan yang banyak uang, mereka sangat repot menjaga dan menahan uangnya supaya tidak dibelanjakan karena sangat sayangnya kepada uang itu.
Dalam peribadatan, mereka memilih hanya ibadah yang dapat dikerjakan badan saja, tidak usah mengeluarkan uang, mereka repot mengerjakan banyak puasa sunat pada siang hari dan salat sunat pada malam hari dan sering-sering khatam membaca Al-Qur’an; akan tetapi mengeluarkan uang, untuk jihad, atau membantu keperluan yang dibutuhkan agama seperti amal jariah untuk mesjid atau madrasah atau rumah yatim dsbnya, mereka sangat kikir. Mereka itu gurur, karena meninggalkan amal yang lebih penting dan dibutuhkan.
Sebagian lagi gurur dari golongan orang awam, hartawan dan fakir, mereka meng-itikadkan bahwa bila hadir pada mailis zikir/ilmu sudah mencukupi kewajiban, mereka menjadikan hal ini sebagai adat kebiasaan yang tak dapat dipisahkan dan menyangka bahwa dengan hanya mendengar nasehat-nasehat saja, walaupun tidak mengamalkannya sudah tentu mendapat pahala dari Allah S.W.T. Inipun satu kekeliman pula (gurur), karena kebaikannya hadir pada majlis ilmu itu, dimaksudkan untuk membangkitkan minatnya untuk beramal.
Adapun yang dimaksud dengan Ma’rifat ialah bahwa orang harus
0
mengenal 4 perkara
Mengenal dirinya 2. Mengenal Tuhannya 3. Mengenal dunia 4. Mengenal akhirat.
Arti mengenal diri ialah merasa bahwa ia seorang hamba Allah, yang rendah dan butuh.
Arti mengenal Tuhannya yaitu ia tahu benar dan yakin bahwa hanya Allah yang berhak dipertuhan, yang Agung dan yang Berkuasa.
Selanjutnya ia merasa pula bahwa didunia ini, ia sebagai pengembara yang Sedang menuju ketempat kembalinya yaitu Akhirat, dan ia asing akan syahwat kebinatangan.
Yang cocok dengan dirinya sebagai seorang manusia ialah mengenal Tunannya, tapi tidak akan tergambar perasaan ini, bila ia tidak mengenal dirinya dan tidak mengenal Tuhannya.
Oleh karena itu, hendaklah orang mencari pertolongan untuk sampai kesana dengan keterangan-keterangan yang ada. dalam “Kitabul, Mahabbah dan Syarh Ajaibul-qolb dan Kitab ttafakkur dan Syukur yang ada dalam Kitab, 1hya ‘Ulumuddin”. Disana banyak petunjuk-petunjuk tentang keadaan diri, dan keagungan Allah, dan setiap orang dapat mengambil peringatan bagi dirinya. Dan orang akan dapat mengenal dunia dan akhirat dengan keterangan yang ada dalam Kifabuzammid dunya (celaan dunia) dan kitab dzikril maut (ingat akan maut), juga dalam Ihya ‘Ulumuddin, agar jelas bagi setiap orang perbedaan dunia dengan akhirat.
Bilamana orang telah mengenal dirinya & Tuhannya dan mengenal pula akan dunia dan akhirat, tentu akan timbul dari hatinya cinta kepada Allah buah dari ma’rifat kepadaNya. Dengan mengetahui akhirat, akan timbul kegemaran/kangen akan (akhirat); dan dengan mengetahui dunia, tentu ia tidak akan terpikat olehnya, dan setelah itu, maka yang dianggap paling penting olehnya ialah semua yang dapat menyampaikan dia kepada keridoan dan rahmat Allah dan yang bermanfaat untuk dia nanti diakhirat.
Jika yang demikian telah melekat dalam kalbunya, tentu akan menjadi baik niatnya dalam segala urusan, niatnya dengan makan atau qodo hajat yaitu untuk membantu kelancarannya menempuh jalan akhirat, jadi niyatnya itu sah dan semua kekeliruan tertolak daripadanya, karena yang merusak niyatnya itu ialah gurur yang tumbuh dari cenderung kepada dunia, kemegahan dan harta.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 25, 2013 in Religi, sufi

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: