RSS

Al Hikam Bagian20

12 Apr

191.Allah memulikan kamu dengan tiga kemuliaan yaitu: Allah menjadikan kamu sebagai orang yang berdzikir kepadanya. Seandainya tidak ada anugerah-Nya, tidaklah kamu menjadi orang yang ahli untuk menjalankan dzikir kepada-nya atas kamu. Dan Allah menjadikan kamu sebagai orang yang disebut dengan dzikir itu, karena Dia-lah yang menetapkan kekhususan-Nya padamu. Dan Allah menjadikan kamu sebagai orang yang dikenal di sisi-Nya. Maka sempurnalah nikmat-Nya yang melimpah kepadamu.

192.Banyak umur yang panjang masanya, akan tetapi sedikit faedahnya (yang digunakannya). Dan banyak umur yang sedkit masanya, akan tetapi banyak faedahnya (digunakan untuk menanam amal kebajikan).

193.Barangsiapa kepadanya diberi berkah di dalam umurnya, maka dia akan memperoleh dalam masa yang singkat dari beberapa karunia Allah apa yang tidak bisa  masuk dalam putaran kata-kata dan tidak bisa menyamainya dalam isyarat.

194.Kekecewaan (kerugian) yang sebenar-benarnya adalah dimana kamu kosong dari kesibukan duniawi kemudian kamu tidak menghadap Allah dan sedikit rintangan-rintangan kemudian kamu tidak berjalan menuju kepada-Nya.

195.Berfikir itu adalah perjalanan hati di dalam semua medan makhluk Allah.

196.Pikiran (berfikir) itu adalah sebagai pelita hati. Apabila pkiran itu hilang, maka tidak ada penyinaran baginya.

197.Berfikir (pemikirannya) itu ada dua, yaitu: pemikiran yang timbul dari keyakinan dan iman , dan pemikiran yang timbul dari penglihatan hati dan kenyataan. Yang pertama itu (pemikiran yang timbul dari keyakinan dan iman) itu bagi orang-orang ahli I’tibar (mengambil ibarat), dan pemikiran yang kedua (pemikiran yang timbul dari penglihatan hati kenyataan) itu bagi orang-orang yang melihat dengan matahatinya.

198.Yang harus disibukinya (dikerjakannya) oleh sang murid (orang yang mempunyai kehendak menuju kepada Allah) adalah ibadah yang kamu senangi dan begegas menjalankannya. Sedang yang harus dijauhi (tidak usah dan tidak perlu disibuki) adalah bagian-bagian hawa nafsu.

199.Apabila matahari dapat melihat bahwa Allah itu berdiri sendiri di dalam memberikan karunia-Nya, maka tuntunan agama (syariat) ialah menetapkan (mengajarkan) agar kita bersyukur pula kepada sesama makhluk-Nya.

200.Manusia dalam menerima (menghadapi) datangnya karunia Allah (nikmat Allah) itu  terbagi menjadi tiga golngan, yaitu:

a.Orang yang gembira dengan karunia itu, namun kegembiraanya bukan ditujukan kepada yang memberi karunia tersebut, melainkan karena ada kenikmatan yang dirasakanya pada karunia itu. Yang demikian ini termasuk golongan orang-orang yang lalai.

b.Orang yang gembira dengan karunia itu karena dia mengerti bahwa karunia yang diterimanya sebagai pemberian dari dzat yang telah memberinya (mengiriminya) dan sebagai nikmat dari Dzat yang telah menyampaikannya.

c.Orang yang gembira sebab Allah. Maka tidakalah menyibukan kepadanya dari dunia itu kenikmatan lahir dan tidak pula kenikmatan yang terkandung di dalamnya. Sebaliknya telah menyibukan kepadanya melihat Allah (dengan mata hatinya) sehingga lupa kepada mahluk dan pertemanan hati.

 

Silesailah terjemahan kitab al hikanm ini semoga membawa manfaat bagi kita semua. amin.


 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 12, 2011 in Religi, sufi

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: