RSS

Al Hikam Bagian19

12 Apr

181.Orang mukmin itu adalah orang yang selalu menyibukannya dalam memuji kepada Allah hingga lupa akan keadaan dirinya, dan juga menyibukannya dalam mendatangi hak-hak Allah hingga lupa akan kepentingan (bagian) dirinya.

182.Bukanlah orang yang cinta itu orang yang mengharapkan ganti (imbalan) dari yang dicintainya atau dia minta daripadanya (orang yang dicintai) karena ada maksud tertentu. Akan tetapi orang yang cinta itu adalah orang yang  mau berkorban untukmu, bukannya orang yang cinta itu adalah orang yang kamu harus berkorban untuknya.

183.Seandainya tidak ada berbagai medan nafsu (keinginan hawa nafsu), pasti tidak akan nyata perjalanan orang-orang yang berjalan menuju kepada Allah. Karena tidak ada jarak antara kamu dengan Allah dimana kendaraanmu dapat menempuhnya, dan tidak ada putusan (pemotongan) antara kamu dengan Allah sehingga hubunganmu yang harus menghapusnya.

184.Allah menjadikan kamu di alam pertengahan antara dunia-Nya (yang dapat dilihat) dan alam malakut-Nya (yang ghaib) untuk meberi pengertian kepadamu akan kebesaran kedudukanmu diantara mahluk-mahluk-Nya, bahwa kamu itu sebagai permata yang terlipat oleh giwang-giwang alam-Nya.

185.Kamu tetap terikat bersama-sama benda alam selama kamu belum melihat Dzat pencipta alam (artinya kamu masih terikat dengan bergantung kepada benda-benda alam). Apabial kamu telh melihat-Nya, pastilah benda-benda itu bersama-sama kamu (tunduk kepadamu).

186.Tidak dapat diketahui kadar (nilai) berbagai cahaya hati dan rahiasia-rahasianya kecuali di dalam keghaiban alam malakut, sebagaimana tidak terlihat cahaya-cahaya benda langit yang bercahaya) kecuali dalam penglihatan alam dunia.

187.Terasanya buah-buah (hasil) ketaatan yang kamu lakukan ketika di dunia merupakan berita-berita gembira bagi orang-orang yang beramal dengan adanya pahala atas ketaatan itu kelak dikemudian hari (di akhirat).

188.Bagaimana kamu menuntut (meminta) ganti (balasan pahala) atas suatu amal, padahal Dia (Allah) yang menyedekahkan amal itu kepadamu. Atau bagaimana kamu menuntut balasan atas suatu keikhlasan (amal) padahal Dia-lah yang menghadiahkannya kepadamu.

189.Adanya sekelompok orang yang cahaya iman mereka mendahului dzikir-dzikirnya. Ada sekelompok orang yang dzikir-dzikirnya mendahului cahaya-cahaya iman mereka. Ada sekelompok manusia lagi yang berbarengan dzikir dan cahaya iman mereka. Dan ada kelompok manusia yang tidak ada dzikir dan tidak ada pula cahaya. Kami berlindung kepada Allah dari golongan yang terakhir ini. Orang yang berdzikir agar hatinya bercahaya, maka dia disebut ahli dzikir. Orang berdzikir yang telah bercahaya hatinya, maka dia disebut orang yang berdzikir. Sedang orang yang berbarengan dzikir dan cahayanya, maka dengan dzikirnya dia mendapat petunjuk dan cahayanya dia dapat diikuti

190.Allah memperlihatkan dzat-Nya kepadamu sebelum Dia menuntut persaksian kebesaran-Nya kepadamu. Maka anggota-anggota lahir mengucapkan (mengakui) sifat ke-Tuhanan-Nya dan hati mennyatakan dengan sifat ke-Esaan-Nya

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 12, 2011 in Religi, sufi

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: