RSS

Al Hikam Bagian18

10 Apr

171.Ilmu yang bermanfaat (ilmu untuk mengetahui Allah, mengetahui sifat-sifat Allah, mengetahui nama-nama Allah dan mengetahui bagai mana cara menyembah Allah) adalah ilmu yang memancarkan sinar (cahaya) di dalam hati sekaligus dapat menyingkap tutup dari dalam hati.

172.Sebaik-baik ilmu adalah ilmu yang dapat mningkatkan rasa takut kepada Allah.

173.Ilmu yang disertai dengan rasa takut kepada Allah, maka itulah yang dapat menguntungkanmu. Dan jika tidak, maka itu bahaya bagimu.

174.Sewaktu (keadaan dan kondisi) menyusahkanmu karena tidak adanya seorangpun yang mau menghadap kepadamu (menghormat) atau mereka selalu memberikan cercaan dan hinaan kepadamu, maka kembalikanlah (semua urusan itu) hanya kepada ilmu pengetahuan Allah. Apabila tidak memuaskan kamu akan ilmu-Nya itu lebih berat daripada bencana yang menimpa kamu dengan adanya cercaan yang menyakitkan.

175.Sesungguhnya memang sengaja Alah melaksanakan (membuat) hal-hal yang menyakitkan yang dilakukan mereka (kepadamu) agar kamu tidak merasa tenang kepada mereka. Allah menghendaki untuk menggelisahkan kamu dari setiap sesuatu sehingga tidak menyibukan kamu sesuatu itu dari ingat dan taat kepada-Nya (sampai wushul kepada Allah).

176.Apabila kamu tahu bahwa setan itu tidak pernah lupa kepadamu (untuk menggodanya), maka janganlah kamu lupa Allah yang nasibmu ada dalam kekuasaan-Nya maksudnya selalu berzikir dan ingat Allah setiap saat)

177.Allah sengaja menjadikan setan sebagai musuh bagimu agar Dia bisa menggiring kamu untuk berlindung kepada-Nya (kembali kepada Allah)  dan menggerakkan nafsumu untuk selalu menghadap kepada-Nya.

178.Barangsiapa yang mersa dirinya tawadhu (merendahkan diri), maka sebenarnya dia itu orang sombong, karena tidaklah ada tawadhu kecuali merasa dirinya tinggi. Jadi sewaktu merasakan dirimu tinggi, maka kamu adalah orang yang benar-benar takabur.

179.Bukanlah yang dinamakan tawadhu itu orang yang apabila bertawadhu lalu merasa bahwa dia itu (sebenarnya) harus berada di atas apa yang dia perbuat akan tetapi orang yang tawadhu itu apabila dia bertawadhu lalu merasa bahwa dia itu (sebenarnya) harus berada di bawah apa yang dia perbuat.

180.Hakikat orang yang yang tawadhu (merendahkan diri) itu adalah oyang dia lakukan itu timbul dari penglihatannya akan kebesaran Allah dan kejelasan sifat-sifat-Nya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 10, 2011 in Religi, sufi

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: