RSS

Al Hikam Bagian17

10 Apr

161.Bagaimana Allah yang haq itu bisa terhalang dengan sesuatu padahal sesuatu yang menghalangi-Nya itu Dia (Dzat) yang terang di dalamnya dan selalu hadir (dekat) dengan kita

162.Jangan putus asa dari diterimanya amal perbuatan yang kamu di dalamnya mengerjakan amal itu tidak mendapatkan adanya kehadiran dalam hati. Sebab kadang-kadang diterimanya dari sesuatu amal yang tidak dapat dirasakan buahnya dengan segera.

163.Janganlah kamu merasa gembira dengan suatu warid (karunia iman) yang kamu belum mengetahui buahnya. Karena tidaklah diharapkan daripadanya adalah buah-buahan (dari tanaman)

164.Janganlah kamu meminta tetapnya berbagai warid setelah warid itu membentangkan cahaya-cahayanya kepadamu dan meninggalkan rahasia-rahasianya (dari keagungan tuhan). Maka bagimu kepada Allah sudah tidak membutuhkan dari sesuatu, dan tidaklah sesuatu itu bisa mencukupi kamu daripada-Nya.

165.Keinginanmu kepada tetapnya sesuatu selain Allah (waridat) menunjukan belum adanya pertemuan kepada Allah dan keresahanmu karena hilangnya sesuatu selain Dia menunjukan tidak adanyan kesampaianmu kepada-Nya.

166.Nikmat itu walaupun beraneka ragam kelihatannya, maka sebenarnya kenikmatan itu disebabkan karena dapat melihat Allah dan selalu bersama-sama dengan-Nya. Dan azab (siksa) itu meskipun beranaekan ragam kelihatanya maka sesungguhnay azab hanya kerena terhalang dari melihat kepada-Nya. Oleh sebab itu adanya azab itu adalah disebabkan adanya hijab (penghalang) dan kesempurnaan nikmat itu dengan melihat kepada Allah Yang Mulia.

167.Diantara kesempurnaan nikmat yang ada padamu adalah Allah memberi rezeki kepadamu apa yang bisa mencukupimu dan dia mencegahmu dari apa yang bisa menyesatkanmu.

168.Jika seseorang mau melihat kebaikan dan kesenangan di dalam permulaan memegang kekuasaan, maka hendaklah dia mau melihat keburukan pada akhir kekuasaan itu. Begitu pula apabila nafsu seseorang senang melihat keadaan yang tersembunyi di dalam kekuasaan itu. Karena pada akhirnya kekuasaan itupun akan dihisab (diperhitungkan) oleh Allah.

169.Sesungguhnya Allah menjadikan dunia ini sebagai tempat kesusahan dan sebagai sumber kerusakan dan sumber fitnah, agar kamu jemu terhadap dunia.

170.Allah mengetahui bahwa kamu (manusia) tidak akan mau menerima nasehat-nasehat belaka (berupa teori saja) lalu Allah memberikan sedikit cicipan dari keburukan-keburukan yang disebabkan oleh dunia.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 10, 2011 in Religi, sufi

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: