RSS

Al Hikam Bagian14

31 Mar

131.Nyatakanlah dengan sebenar-benarnya sifat-sifat mu, niscaya Allah akan menolongmu dengan sifat-sifat-Nya (sifat-sifat yang dimiliki oleh Allah ). Yakni nyatakan sifat kehinaanmu (kekuranganmu) niscaya Allah akan menolongmu dengan kemuliaan-Nya Nyatakan sifat kekuranganmu, niscaya Allah akan menolongmu dengan kekuasaan-Nya, dan nyatakan sifat kelemahanmu, niscaya Allah akan menolongmu dengan daya upaya dan kekuatan-Nya.

132.Diantar tanda-tanda penempatan Allah kepadamu di dalam sesuatu ialah penempatan-Nya kepadamu di dalam sesuatu itu dengan di sertai keberhasilamu itu dalam memperoleh (meraih) beberapa keuntungan dan faedah.

133.Barangsiapa yang memberi nasehat (kepada orang lain) yang timbul dari amal kebaikannya, maka keburukannya pasti mendiamkannya (maksudnya dia tidak akan memberi nasehat lagi apabila dia tergelincir dalam kesalahan). Dan barangsiapa yang memberi nasehat yang berangkat dengan memandang kebaikan Allah kepadanya, maka dia tidak akan diam apabila berbuat salah (tidak merasa malu bila pada suatu saat ia tergelincir dalam kesalahan).

134.Cahaya para hukama (orang-orang yang ahli ma’rifat) apabila mereka itu memberikan nasihat kepada orang lain, maka cahaya yang keluar dari mulutya (nasihat yang diberikannya itu) akan sampai (dan dapat dierima) oleh orang yang diasehatinya (sampai ke dalam hatinya)

135.Setiap ucapan yang keluar adalah merupakan gambaran atau pakaian dari hati yang dalam

136.Barang siapa yang diberi izin oleh Allah untuk memberikan keterangan (memberikan pengertian ilmu hakikat yang datangnya dari Allah), maka dapatlah dipahami dan dimengerti oleh si pendengarnya dan di lahirkan isyarat kepada mereka.

137.Ibarat (nasehat dan hikmah) adalah merupakan santapan rohani (makanan hati) bagi para pendengar yang membutuhkannya, dan tidak ada bagi kamu kecuali apa yang kamu telah makanannya.

138.Terkadang orang yang ingin kemuliaan (kedudukan yang tinggi) menerangkan (menunjukan) mengenai tingkat keyakinan yang dimilikinya (seperti zhud, wara, tawakal dan sebagainya). Dan terkadang pula rang-orang yang telah sampai kepada sesuatu kedudukan menerangkan akan  kedudukannya itu dan yang demikian itu akan menjadi kabur kecuali bagi orang yang mempunyai ketajaman penglihatan hati (mata batin)

139.Tidaklah layak (patut) bagi orang yang salik (orang yang sedang berjalan menuju kepada Allah) menerangkan mengenai waridatnya (ilmu-ilmu ma’rifat sebagai karunia dari Allah). Sesugguhnya yang demikian itu akan memperkecil pengalamannya di dalam hatinya dan menghalangi adanya kesungguhan terhadap Tuhanya.

140.Janganlah sekali-kali kamu sebagi murid yang bertajrid (menyatuan kehendak untuk menuju kepada Allah) mengulurkan tanganmu untuk mengambil pemberian dari sang mahluk jika kamu (dalam menerimanya itu) berkeyakinan bahwa sesungguhnya yang memberi itu pada hakikatnya adalah tuhanmu (yang dilewatkan kepada sang mahluk tersbut). Apabila kamu bisa melakukan yang demikian, maka ambilah apa yang sesuai ilmu syara dan ilmu hakikatmu.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 31, 2011 in Religi, sufi

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: