RSS

Al Hikam Bagian13

30 Mar

121.Kadang-kadang perbuatan riya’ itu masuk kepadamu dari jalan yang orang tidak bisa melihat kepadamu (karena saking samarnya sehingga tidak terasa dan kentara)

122.Kesenanganmu/kegemaranmu agar orang lain dapat megnetahui dan memperhatikan keistimewaanmu (yang diberikan oleh Allah), adalah menunjukan (tanda) tidak adanya kesungguhanmu di dalam menghambakan dan mengabdi kepada Allah.

123.Hilangkanlah pandangan dan perhatian orang lain kepadamu (jangan pedulikan dan jangan hiraukan) sebab adanya penglihatan dan perhatian Allah kepadamu (hadapkanlah perhatianmu hanya kepada Allah saja, sebab Allah telah memperhatikan dan memandang segala tingkah laku kita, baik samar maupun yang nyata).

124.Janganlah  permohonanmu itu dijadikan sebab datangnya pemberian dari Allah, maka berarti sedikitlah pengertianmu kepada-Nya. Dan hendaklah permohonanmu itu di jadikan sebab pelahiran (sebagai buki wujud nyata) akan seifat kehambaan dan menunaikan-hak-hak ke-Tuhanan (karena manusia itu sangat lemah dan sangat membutuhkan pertolongan).

125.Pertolongan dan pemeliharaan Allah yang diberikan kepadamu itu bukan lantaran sesuatu yang timbul dari padamu (karena permohonanmu dan kehendakmu). Dan bagaimanakah kamu ketika pertolongan-Nya mengarah kepadamu dan pemeliharaan-Nya menghadap kepadamu padahal ketika itu tidak ada di dalam azalinya (zaman azali) keikhlasan amal dan terwujudnya keadaan. Bahkan tidak ada pada waktu itu kecuali hanya bermacam-macam anugerah dan kebesaran pemberian Allah.

126.Allah mengerti dan memahami, sesungguhnya hamba-hamba-Nya sangat bergairah sekali mendapatkan rahasia pemberian (akan karunia Allah). Maka Allah berfirman (yang artinya), dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya untuk diberi rahmat-Nya dan Allah juga mengerti andai kata Dia membiarkan mereka yang demikian itu pasti mereka meninggalkan amal karena mereka berpegang pada ketentuan Azali, maka Diapun berfirman : sesungghnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.

127.Kepada kehendak (iradah Allah) bersandar segala sesuatu, dan tidaklah kehendak-Nya yang bersandar kepada segala sesuatu itu.

128.Adakalanya adab (kesopanan) orang-orang yang ahli ma’rifat untuk meninggalkan pemohonan (berdoa kepada Allah) karena mereka sepenuhnya menyandarkan diri atas pembagian yang Allah berikan apapun bentuknya, dan juga karena mereka telah disibukan dengan dzikir kepada-Nya hingga tidak sampai mereka untuk memohon kepada-nya.

129.Dan sesngguhnya yang harus diingatkan (untuk mengajukan permohonan doa kehadirat Allah) itu adalah orang-orang yang lupa. Dan juga yang harus di peringatkan lagi agar semangat untuk berdoa (mengajukan permohonan kepada Allah) adalah rang-orang yang teledor (kurang menggunakan waktunya untuk ibadah),

130.Terkadang kamu mendapatkan tambahan karunia di dalam berbagai kesempitan (disaat kamu mengalami kesusahan dan penderitaan) apa yang kamu tidak mengdapatkannya di dalam pengerjakan puasa dan shalat.


 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 30, 2011 in Religi, sufi

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: