RSS

Al Hikam Bagain 12

25 Mar

111.Sewaktu-waktu apabila kamu diberi (apa yang kamu hajatkan itu dikabulkan), maka pemberian itu menggembirakan hati kamu. Dan apabila sewaktu-waktu ditolak (permintaanmu), maka penolakan itu menjadikan kamu bersedih hati, maka yang demikian itu adalah menunjukan sifat kekanak-kanakanmu itu masih ada pada dirimu, dan tiada kesungguhan di dalam penghambaan dan pengabdianmu.

112.Apabila kamu terperosok dalam perbuatan dosa, maka janganlah sampai menyebabkan keputus asaanmu untuk menghasilkan istiqomah (mengharap rahmat dan kasih sayang Allah) kepada tuhanmu. Maka kadang-kadang yang demikian itu sebagai dosa yang terakhir yang telah ditakdirkan kepadamu.

113.Apabila kamu menginginkan Allah membukakan pintu harapan kepadamu, maka perhatikan apa yang diperlihatkan Allah (berupa kenikmatan) kepadamu. Dan apabila kamu menginginkan dibuka pintu kekhawatiran oleh Allah kepadamu, maka perhatikanlah apa yang telah kamu lakukan terhadap Allah.

114.Kadang-kadang Allah memberi faedah (kegembiraan) kepadamu di kegelapan malam (kepedihan, kesedihan) apa yang kamu tidak bisa mengambil manfaat disaat terangnya hari bahagia. Kalian tidak tahu manakah yang lebih dekat manfaatnya bagi kalian.

115.Tempat terbitnya berbagai sinar (cahaya) itu adalah dari hati dan rahasia-rahasianya.

116.Cahaya keyakinan (yang tersimpan dalam hati) itu bersumber dari cahaya yang datang langsung dari berbagai perbendaharaan keghaiban.

117.Cahaya yang diperoleh dengan panca indera itu bisa membuka kepadamu akan semua keadaan yang terjadi (benda-benda disekitar alam ini), sedang cahaya yang tersimpan dalam hati (keyakinan) itu bisa membuka kepadamu akan sifat-sifat Allah yang azali.

118.Terkadang Allah memperlihatkan (memunculkan) kepadamu rahasia keghaiban alam malakut-Nya (alam yang tidak dapat dilihat oleh penglihatan mata biasa). Dia (Allah) menutup penglihatan darimu atas rahasia-rahasia hamba-Nya.

119.Maha Suci Allah yang tidak menjadikan bukti (tanda) para wali-Nya (kekasih-Nya) kecuali sekedar bukti pengenalan kepadanya, dan tidak akan sampai kepada mereka kecuali orang yang Allah telah menghendaki menyampaikan kepadanya (orang yang berma’rifat kepada Allah).

120.Bagian (daya tarik) nafsu di dalam kemaksiatan itu amatlah jelas (terang), sedang bagian (daya tarik) nafsu di dalam ketaatan amatlah samar (suram, tidak bergairah). Dan mengobati yang samar itu sukar penyembuhannya.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 25, 2011 in Religi, sufi

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: