RSS

Al Hikam Bagian11

23 Mar

101.Seandainya tidak ada keindahan tutup Allah, pastilah tidak ada amal yang pantas untuk di terima oleh-Nya. (Sebab manusia itu diuji dengan berbagai macam ujian dan cobaan, misalnya sifat sombong, merasa gembira dengan amalnya, membanggakan akan usaha dan ikhtiarnya, sifat riya, ujub dan sebagainya. Padahal sifat dan tingkah laku yang demikian itu adalah sebagai penghalang untuk diterimanya suatu amal).

102.Tutup Allah terhadap kamu itu ada dua macam yaitu, tutup dimana kamu dijauhkan dari maksiat, dan tutup Allah dimana kamu dalam melakukan perbuatan maksiat. Orang-orang awam (orang umum) mereka meminta dari Allah agar ditutupi (dijauhkan) dari perbuataun maksiat karena khawatir akan jatuh martabatnya di hadapan orang banyak. Sedangkan bagi orang-orang kosh (orang-orang yang telah menetapi imannya) meminta tutup dari Allah agar dijauhkan dari menjalankan perbuatan maksiat tersebut, karena kekhawatiran mereka jatuh dari pandangan Allah yang haq.

103.Orang yang memberikan penghormatan (menyanjung) kepadamu itu pada hakikatnya orang itu telah memberikan penghormatan dan sanjungan kepada keindahan tutup Allah yang ada pada kamu (mereka itu tidak tau akan kelemahanmu, kekuranganmu serta sifat-sifat jelek mu karena adanya tutup Allah). Maka pujian dan sanjungan (rasa terima kasih) itu wajib diberikan kepada Dzat yang memberi tutup kepada kamu. Bukanlah pujian dan sanjungan itu kamu berikan kepada orang yang menghormat dan menyanjungmu.

104.Apabila cahaya keyakinan itu menerangi kamu, pastilah kamu akan melihat akhirat lebih dekat kepadamu daripada kamu berjalan menuju kesana, dan pastilah kamu akan melihat keindahan-keindahan dunia ini benar-benar telah jelas diliputi oleh keinginan-keinginan kerusakan.

105.Allah SWT yang melahirkan (menampakan) segala sesuatu, karena sesunguhnya Dia itu bersifat batin (dengan sifat-Nya yang dzahir, terang, jelas atau nyata itu Allah menetapkan samaranya segala sesuatu sehingga tidak ada yang nyata sama sekali di sisi-Nya). Dan Dia yang melipat wujudya segala sesuatu karana sesungguhnya Dia itu bersifat dzahir (Nyata, terang).

106.Allah memperbolehkan kamu melihat (memperlihatkan) apa yang ada di dalam sesuatu yang wujud (ciptaan Allah). Dan Allah tidak mengijinkan kamu berhenti di situ pada segala sesuatu yang dilihat itu.

107.Segala sesuatu yang ada (yang maujud) itu bisa tetap ada sebab ditetapkan oleh Allah, dan bisa terhapus (lenyap) sebab ke-Esaan Dzat-Nya.

108.Orang-orang selalu memuji dan menyanjung kamu, karena apa yang mereka pada diri kamu. Maka jadilah kamu orang yang selalu mencela dirimu sendiri (jangan sampai tergiur dengan sanjungan dan pujian orang lain) karena kamu telah mengetahui diri kamu sendiri.

109.Orang mukmin itu apa bila dipuji, maka dia merasa malu kepada Allah atas pujian yang ditujukan kepadanya dengan sifat yang dia tidak menyaksikannya dari dirinya.

110.Orang-orang yang ahli Zuhud itu apabila dipuji, mereka merasa kecil hati, karena pengertian merakan bahwa ujian itu datangnya berasal dari mahluk. Sedangkan orang-orang yang ahli ma’rifat apabila dipuji, mereka bersuka ria karena pengertian mereka bahwa yang demikian itu datangnya dari Allah Dzat Yang Maha Menguasai lagi Maha Haq.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 23, 2011 in Religi, sufi

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: