RSS

Al Hikam bagian10

23 Mar

91.Shalat itu adalah penyuci jiwa (hati) dari berbagai macam kotoran dosa dan sekaligus sebagai pembuka pintu rahasia keghaiban (untuk menuju kepada Allah).

92.Shalat itu juga sebagai tempat bermunajat  (menyampaikan hajat dan pengaduan kepada Allah) dan tempat untuk mencurahkan kasih sayang seorang hamba kepada Allah serta kasih Allah kepada hamba-Nya yang dapat menampung segala rahasia-Nya di dalam shalat itu menjadi munculnya cahaya yang terang.

93.Allah mengetahui akan kelamahanmu (di dalam menjalankan ibadah shalat), maka Dia mempersedikit bilangan (shalat yang hanya lima waktu dalam sehari semalam). Dan Dia mengetahui akan hajatmu kepada anugerah-Nya, maka Dia memperbanyak pahala (maksudya pahala shalat tersebut).

94.Jika menuntut penggantian (dari amal perbuatan yang kamu kerjakan dengan berupa pahala), maka kamupun dituntut oleh Allah aka adanya (keikhlasan) di dalam mengerjakan amal tersebut. Dan orang yang ragu-ragu sudah merasa cukup mendapatkan keselamatan (diselamatkan dari siksa atas amal itu)

95.Tidaklah pantas bagi kamu untuk mnuntut ganti rugi (pahala) atas suatu amal ibadah yang kamu tidak mengerjakannya (sebab pada hakikatnya yang melahirkan dan membuat amal kebaikan itu adalah Allah, mausia hanya sebagai tempat lahirnya saja dari amal itu), cukuplah sebagai balasan Allah bagi kamu atas suatu amal yang oleh-Nya amal itu telah diterima (ataukah di tolak oleh Allah).

96.Apabila Allah menghendaki melahirkan anugerah-Nya kepadamu,  maka Dia menciptakan amal itu seraya membaguskan kepadamu (maksudnya Allah memberikan panggilan kepadamu dengan panggilan “wahai hamba-Ku, kamu adalah orang yang taat dan orang yang bertakwa, maka Aku akan memberimu pahala”).

97.Jadilah kamu orang yang selalu bersandar (menggantungkan dan memperhatikan ) dengan sifat-sifat ke-Tuhanan-Nya (hanya miliknya), dan menyatakan dengan sebenar-benarnya akan sifat-sifat kehambaan.

98.Allah melarang kamu untuk mengakui atas apa yang tidak kamu miliki dari apa yang diberikan kepada semua makhluk. Apakah mungki Allah membolehkan kamu unruk mengakui sifat-Nya (sifat ke-Esaan-Nya, sifat keperkasaan-Nya,  kekuatan-Nya), padahal Dia adalah Penguasa seuluruh alam.

99.Bagaimana mungkin kamu bisa memperoleh kekeramatan (khoriqul adat, kejadian yang terjadi di luar adat kebiasaan manusia, misalnya bisa berjalan di atas air, terbang di udara, memperpendek jarak jauh dan sebagainya), sedangkan kamu tidak bisa menahan berbagai macam kebiasaan dari nafsumu (misalnya kamu masih suka sombong, riya, ujub dan sebagainya).

100.Seandainya kamu tidak dapat sampai (wushul) kepada-Nya melainkan sesudah musnah hawa nafsu yang buruk dan terhapusya kotoran syirik, maka kamu tidak akan sampai kepada-Nya untuk selamanya. Akan tetapi bilamana Allah menghendaki untuk sampainya kamu (wushul) kepada Allah, nisscaya Dia pasti menutupi sifatmu (aibmu, kekuranganmu) dengan sifat-Nya dan perilakumu dengan perilaku-Nya. Oleh karena itu Dia menyampaikan kamu kepada–Nya (menjadikan wushul kepada Allah) dengan apa yang diberikan oleh-Nya kepadamu (artinya karena peberian Allah dan rahmat-Nya), bukan dengan amal perbuatanmu yang kamu lakukan (hadapkan) pada-Nya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 23, 2011 in Religi, sufi

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: