RSS

Al Hikam bagian9

22 Mar

81.Allah Menerangi alam ini dengan cahaya-cahaya bekas-Nya,(dengan sifat-sifat-Nya, yakni dengan mata hari, bulan) dan Allah menerangi hati dengan sifat-sifatnya. Karena itu lenyaplah cahaya alam dan tak bisa lenyap hati dan matahari.

82.Sesungguhnya pengertianmu bahwa Allah-lah yang telah memberikan/menurunkan cobaan  kepadamu pastilah dapat meringankan kepedihan cobaan yang menimpa kepadamu. Maka dzat yang telah mendatangkan berbagai kepastian kepadamu itu adalah dzat yang telah membinasakan kepadamu dengan kebaikan memilih (kebaikan untuk hamba-Nya).

83.Barang siapa yang mengira terlepasnya sifat kasih sayang Allah dari ketetapan-Nya (sewaktu si hamba itu menderita sakit, miskin dan sebagainya), maka yang demikin itu adalah menunjukan kedangkalan pengertiannya (bahkan yang sebenarnya adalah merupakan suatu pencermianan sifat belas kasih-Nya kepada hamba-Nya).

84.Tidaklah dikhawatirkan atasmu kebingungan jalan (dalam mendekatkan diri kepada Allah, karena Al Qur’an ataupun Al Hadist sudah banyak memberikan tuntunan dan petunjuknya), akan tetapi sesungguhnya yang dikhawatirkan atasmu ialah jika hawa nafsu itu mengalahkan (menguasai) kamu.

85.Janganlah kamu menuntut kepada Tuhanmu karena keterlambatan/ditangguhkan permintaanmu. Akan tetapi tuntutlah (carilah kesalahanmu dalam berdoa) sebab keterlambatan adabmu.

86.Janganlah meremehkan wirid kecuali orang yang sangat bodoh. Wirid itu dilipatkan sampai ke akhirat, sedang wirid itu akan terlipat (habis) dengan terlipatnya (habisnya) masa dunia. Dan sesuatu yang lebih utama diperlihatkan adalah apa yang dituntut Allah dari kamu, sedangkan wirid adalah kamu yang menuntut daripada-Nya. Maka dimanakah perbedaan antara wirid yang Allah telah menuntut dari kamu dengan wirid yang kamu telah menuntutnya dari Allah (wirid ialah pekerjaan rutin yang berupa ibadah lahir maupun batin, wirid adalah sesuatu yang berjalan di dalam batin manusia sebagai pemberian dari Allah, yang berupa ketenangan, cahaya Ilahi, kesenangan beribadah, taufik dan hidayah-Nya).

87.Sesungghuhnya keresahan yang orang yang ahli ibadah (orang yang menghadap kepada Allah dengan jalan amal) dan orang yang zuhud (orang yang menghadap kepada Allah dengan tawakal) dari segala sesutau yang disebabkan karena kesamaran mereka dari Allah (terhalangnya dalam melihat Allah dengan penglihatan batin) di dalam setiap sesuatu, jikalau mereka bisa menyaksikan Allah dalam setiap sesuatu, niscaya mereka tidak akan resah dari sesuatu itu.

88.Allah memerintahkanmu di dunia ini agar kamu memperlihatkan di dalam semua yang talah diciptakan oleh Allah (terhadap ciptaan-Nya). Dan kelak Allah akan membuka kepadamu di akhirat mengenai kesempurnaan Dzat-Nya.

89.Sesungguhnya Allah sudah mengetahui akan keadaan kamu (yang sangat cinta kepada-Nya), bahwa kamu tidak akan bersikap sabar (tahan) jauh dari Allah. Oleh karena itu Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kelihatan (tampak dari sesuatu yang tampak itu) daripada-Nya.

90.Ketika Allah megetahui adanya sifat bosan (jemu) dari kamu, maka Dia (Allah) lalau memberikan berbagai macam ragam (bentuk) amal ketentuan dan dia mengetahui apa yang ada pada kamu dari sifat tamak, rakus dan semangat (di dalam mengerjakan ketaatan tesebut), maka Diapun mencegah ketaatan yang kamu lakukan di dalam sebagian waktu suoaya ada kegairahanmu di dalam mendirikan shalat, bukan karena wujudnya shalat. Maka tidaklah setiap orang yang shalat itu bisa mendirikan shalat (dengan sempurna)

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 22, 2011 in Religi, sufi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: