RSS

Al Hikam Bagian8

21 Mar

71.Cukuplah sebagai pahala dari Allah kepada orang-orang yang beramal apa yang Allah telah membukakannya pada hati mereka  di dalam menjalankan ketaatan, dan Allah telah mendatangkan kepada mereka dari kesenangan yang terdapat dalam hatinya.

72.Barang siapa yang beribadah (menyembah) kepada Allah lantaran sesuatu yang ia mengharapkannya dari Allah (misalnya ingin di masukan surga), atau ingin menolak akan kedatangan siksa dari Allah dengan ketaatannya, maka belumlah ia menunaikan kewajibanya sesuai dengan sifat-sifatnya (karena masih ada tendensi dan upah dari Allah lantaran ketaatan yang dilakukannya itu).

73.Sesungguhnya penolakan ( atas permintaanmu yang kamu ajukan) yang terasa menyedihkanmu itu lantaran ketiadaan kefahamanmu mengenai Allah di dalam penolakan tersebut. (pada hakikatnya pemberian, pengkabulan dan  penolakan Allah merupakan sesuatu kenikmatan yang besar bagi seorang hamba. Tetapi sang hamba itulah yang kurang mengetahuinya dan  kurang memahaminya)

74.Kemungkinan Allah membuka pintu taat kepadamu (sangat mudah sekali untuk menjalankan ketaatan kepada Allah), namun dia tidak membukakan pintu penerimaan kepadamu. Mungkin pula Allah memutuskan dosa kepadamu, akan tetapi justru dengan dosa itu menjadikan sebab kepada-Nya.

75.Kemaksiatan yang menyebabkan kerendahan diri dan pengharapan (kepada rahmat Allah) itu lebih baik daripada ketaatan yang menyebabkan perasaan kemuliaan dan kesombongan.

76.Allah memberi nikmat kepadamu pertama kali dengan ijad (yaitu suatu kenikmatan yang menyebabkan segala sesuatu yang asalnya tidak terwuud menjadi terwujud), dan yang kedua dengan berlanjutnya nikmat imdad (yaitu suatu kenikmatan sebagai kelanjutan dari nikmat ijad, tetap wujud nikmat yang pertama untuk menjadi kesempurnaan).

77.Merasa butuh bagimu adalah merupakan sifat azali (pembawa sejak mula jadi) yang dibawa sejak pertama kali kejadian. Dan datangnya berbagai sebab mengingatkan kepadamu apa yang samar (terembunyi) bagimu dari perasaan butuh itu. Sedamg perasaan butuh yang dibawa sejak pertama kejadian itu tidak bisa dihilangkan oleh perkara yang baru.

78.Apabila Allah memberikan rasa kesunyian (kejemuan dan kebosanan) dari mahluknya (berhubungan dengan sesama mereka), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Dia (Allah) menginginkan akan membuka pintu kemesraan (untuk mendekatkan) kepadamu dengan-Nya.

79.Apabila Allah melepaskan lidahmu untuk meminta (berdo’a dalam keadaan darurat), maka ketahuilah sesungguhnya Dia (Allah) Menghendaki untuk memberimu.

80.Orang ma’rifat itu selalu menghajatkan Allah, dan selalu bersama dengan-Nya.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 21, 2011 in Religi, sufi

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: