RSS

Al Hikam bagian6

18 Mar

51.Takutlah/waspadalah akan adanya perbaikan dan kenikmatan yang diberikan Allah kepadamu, padahal kamu (pada saat diberi kenikmatan dan kebaikan itu) berada dalam kemaksiatan, melanggar larangan Allah, yang mana semua itu adalah menjadi istidraj (diberi tapi dengan kemurkaan), kepadamu.

52.Diantara kebodohan seoran gmurid (orang yang hendak menuju kepada Allah) ialah buruk budi pekertinya lalu ditangguhkan siksa daripadanya, kemudian ia berkata: “seandainya ini termasuk keburukan budi pekerti, pasti sudah diputuskan bantuan Allah dan menyebabkan jauh dari Allah”. Padahal sesungguhnya sudah diputuskan bantuan Allah daripadanya, hanya saja ia tidak merasakan, meskipun hanya berupa tercegahnya tambahan bantuan itu. Dan kadang-kadang ia di tempatkan di tempat yang jauh padahal ia telah merasa, meskipun tidaklah jauh itu kecuali Allah membiarkanmu dan apa yang kamu kehendaki.

53.Jarang sekali (sedikit sekali) yang namanya waridat Ilahiyyat (ilmu-ilmu pemberian dari Allah serta berbagai macam rahasia sehingga menyampaikan orang itu melihat kepada-nya dengan penglihatan batin) yang dihasilkan secara mendadak (secara tiba-tiba), supaya orang yang ahli ibadah itu tidak mengaku bahwa waridat-waridat Ilahiyyat yang diperoleh tersebut dengan persiapan terlebih dahulu (yakni dengan selesainya melakukan ibadah dan ketaatan kepada Allah).

54.Apabila kamu melihat seseorang yang selalu menjawab dari setiap sesuatu yang ditanyakan (tanpa diseleksi terlebih dahulu), menceritakan dari segala sesuatu yang dia saksikan, serta menyebutkan segala sesuatu yang dia ketahui, maka yang demikian itu menunjukan suatu kebodohan.

55.Sesungguhnya Allah menjadikan akhirat sebagai tempat pembalasan (tempat menerima pahala) bagi hamba-hamba-Nya yang beriman. Karena sesungguhnya ini tidak memuat apa yang Allah kehendaki untuk memberi mereka. Dan sesungguhnya Allah mengagungkan balasan mereka di tempat yang tidak ada keabadian baginya.

56.Barang siapa yang bisa merasakan buah (hasi) amalnya sekarang di dunia, maka itu sebagai pertanda diterimanya amal tersebut oleh Allah kelak di hari akhir.

57.Apabila kamu ingin mengetahui kedudukan dirimu di sisi Allah, maka perhatikanlah di dalam apa yang Allah telah menempatkan dirimu (untuk menjalankan ketaatan atau dalam kemaksiatan).

58.Sebaik-baik barang (sesuatu) yang kamu minta daripada-Nya adalah apa yang menuntutnya darimu (yakni agar supaya Allah selalu mengabadikan ibadah lahir dan batin).

59.Merasa sedih karena tidak bisa menjalankan ketaatan tanpa ada rasa kebangkitan (berusaha denga giat) untuk menjalankannya, maka yang demikian itu pertanda anda telah terpedaya oleh nafsu dan setan.

60.Bukannya orang yang ma’rifat itu orang yang apabila menunjuk, maka dia merasa menemukan Allah lebih dekat kepadanya dari isyaratnya. Akan tetapi orang yang ma’rifat itu ialah orang yang tidak ada isyarat baginya karena ketiadaannya di dalam wujud Allah dan keterlipatannya di dalam melihat-Nya (sehingga menganggap bahwa selain Allah itu tidak ada).

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 18, 2011 in Religi, sufi

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: