RSS

Al Hikam bagian5

17 Mar

41.Diantara tanda-tanda matinya hati ialah tiadanya kesedihan (penyesalan) atas apa yang terlewatkan oleh kamu dari amalan ketaatan, dan meninggalkan penyesalan terhadap apa yang kamu telah menjalankanya dari wujudnya semua kesalahan (perbuatan dosa dan maksiat)

42.Janganlah dirasakan besar dosa yang ada pada diri kamu sebagai hal yang besar sehingga menghalangimu dari berbaik sangka kepada Allah (untuk bertaubat kepada-Nya). Maka sesungguhnya orang yang mengenal tuhannya, dia akan anggap kecil dosanya disisi sifat kemurahan-Nya (karena Allah itu Dzat Yang Maha Menerima Taubat). Tidak ada dosa kecil bila dia menghadapimu dengan anugrah-Nya.

43.Cahaya-cahaya iman dan keyakinan merupakan kendaraan (sarana) yang dapat membawa/mengantarkan hati serta berbagai macam rahasia yang menuju kehadirat Allah.

44.Cahaya iman (tauhid) dan cahaya keyakinan merupakan bala tentaranya (pasukannya) hati, sebagaimana kegelapan itu merupakan tentaranya nafsu. Apabila Allah berkehendak untuk menolong hamba-Nya niscaya Dia (Allah) akan membentangkan hati sang hamba itu dengan bala tentara cahaya tauhid dan cahaya keyakinan, dan Dia putuskan daripadanya tentara kegelapan (nafsu).

45.Cahaya (Nur) yang dianugrahkan kepada seseorang itu sebagai pembuka (akan perkara-perkara yang ghaib misalnya kebaikan taat dan keburukan maksiat). Sedang bashirah (penglihatan hati) bagiseseorang yang (yang dianugrahkan Allah) adalah sebagai pelaksana dan pengembang (tinggal mengikutinya belaka).

46.Jangan menyebabkan gembira kepadamu suatu ketaatan, yang keluar dari dirimu, dan bergembiralah dengan taat itu karena dia keluar dari Allah kepadamu (sebab ketaatan yang kamu lakukan itu adalah suatu anugerah dan rahmat dari Allah)

47.Allah memutuskan (menghalangi) orang yang berjalan menuju kepada Allah dan orang yang telah sampai kepada-Nya (washil) dari melihat (mempedulikan, memperlihatkan) amal-amal mereka dan menyaksikan tingkah laku hati mereka (karena disibukan melihat keagungan Allah SWT sehingga tidak memperlihatkan amal tingkah laku hatinya) adapun orang yang berjalan menuju kepada-Nya, karena sesungguhnya mereka belum menyaksikan kebenaran bersama dengan Allah di dalam amal-amal itu. Sedang orang telah sampai kepada Allah telah menyamarkan mereka dari amalnya sebab telah disibukan melihat-Nya (dengan penglihatan batin).

48.Tidak akan berkembang (meluas) cabang-cabang kehinaan kecuali ia tumbuh diatas biji (sikap dan sifat) tamak (kerakusan),

49.Kalian akan menjadi orang yang bebas (merdeka) dari segala sesuatu yang sudah kalian putuskan hubungan darinya (tidak bergantung kepada benda atau sesuatu tersebut). Dan sebaliknya kalian akan tetap menjadi budak (tawanan) bagi segala sesuatu yang merasa tamak (rakus) kepada benda (sesuatu) tersebut.

50.Barangsiapa yang tidak menghadap kepada Allah (bersyukur dan berterima kasih) ketika diberi berbagai kenikmatan (kehalusan karunia-nya) niscaya dia akan dibelenggu dengan rantai-rantai ujian (mendapatkan siksa). Dan barang siapa yang tidak mensyukuri segala nikmat (yang dikaruniakan Allah kepadanya) maka benar-benar dia (orang itu) telah menyodorkan (merelakan) akan hilangnya nikmat tersebut darinya. Dan barangsiapa yang mensyukuri nikmat maka benar-benar dia telah mengikat dengan tali (masih mengininkan nikmat tersebut).

     
    Tinggalkan komentar

    Ditulis oleh pada Maret 17, 2011 in Religi, sufi

     

    Tag:

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

     
    %d blogger menyukai ini: