RSS

Al Hikam bagian2

14 Mar

 

11.Bagaimana hati itu bisa memancarkan cahaya padahal gambar-bambar semua keadaan selain Allah itu terlukis di dalam cermin hartinya. Atau bagaimana seseorang itu dapat berangkat menghadap Allah padahal dia selalu terbelenggu oleh syahwatnya (keinginannya). Atau bagaimana seorang itu dapat bersifat tamak (mempunyai keinginan keras) agar bisa masuk kehadirat Allah, padahal dia belum bersuci dari janabah kelalaiannya. Atau bagaimana seseorang itu bisa berharap agar faham terhadap rahasia-rahasia halus padahal dia belum bertaubat dari semua kesalahannya.

12. Segala sesuatu yang maujud ini pada asalnya (hakikatnya) adalah gelap. Dan sesungguhnya yang meneranginya adalah tampaknya Al Haq (Allah). Maka barang siapa yang melihat segala yang maujud ini, akan tetapi dia tidak bisa menyaksikan Al Haq (Allah selaku Sang Pencipta) di dalamnya atau di sisinya, sebelum atau sesudahnya, pastilah adanya cahaya itu telah menyilaukannya dan terhalanglah daripadanya cahaya ma’rifat sebab adanya awan (panghalang) dari segala yang maujud ini.

13. Diantara tanda/ bukti yang menunjukan kepadamu atas adanya Allah, adalah Dia (Allah) itu dapat menghalangimu dari melihat kepada-Nya dengan apa yang tidak maujud bersama-Nya.

14. Sebodoh-bodoh orang ialah seseorang yang  menginginkan  perubahan sesuatu keadaan dalam waktu seketika, yang Allah sendiri belum menampakan (perubahan tersebut pada seseorang) dalam waktu itu.

15. Penundaanmu akan semua amal kebaiakn, karena menunggu waktu yang senggang dan longgar, adalah termasuk dari kebodohan-kebodohan jiwa.

16. Janganlah kamu menuntut dari Allah agar Dia (Allah) itu mengeluarkan (membebaskan) kamu dari sesuatu keadaan yang bersifat duniawi supaya memberikan pekerjaan kepadamu di dalam selain keadaan diatas, sebab seandainya Dia menghendaki kamu pastilah Dia mengerjakanmu tanpa mengeluarkan (kamu dari keadaan semula)

17. Tidak ingin cita-cita orang yang menuju kepada Allah untuk berhenti ketika dibukakan bagi cita-citanya (perkara yang samar) melainkan ketika ingin berhenti suara hakikat (suara hati) yang memanggilnya: “ yang kamu cari masih berada di depan…, jangan berhenti disitu…,”. Begitu pula tidak tampak baginya bermacam-macam keindahan alam, melainkan ketika tampak kepadanya hakikat keindahan alam.

18. Permohonanmu akan rezeki kepada Allah itu (adakalanya) meruakan suatu tuduhan kepada-Nya bahwa Dia (Allah) tidak memberinya rezeki. Atau permohonanmu (kepada Allah itu) ada kalanya agar menjadi dekat kepada Allah, yang berarti kamu telah jatuh kapada-Nya. Atau permohonanmu kepada selain Dia berarti sedikit rasa malumu kepada-Nya. Dan permohonanmu dari selain Allah karena adanya kamu jauh dari pada-Nya.

19. Tidak ada satu detik nafaspun yang kamu hembuskan (lepaskan) melainkan bagi setiap nafas itu sudah ada ketentuan (takdir) yang Allah akan melestarikannyaa. Janganlah menantikan akan hilangnya suatu penggalang (apakah penghalang itu berupa sakit, sulit ekonomi) untuk menunaikan perjalananmu (ibadahmu) menuju kepada Allah (hingga sembuh atau teratasinya kesulitan ekonomi tersebut). Sesungguhnya yang demikian itu akan memutuskan kamu dari kewajiban menuju kepada Allah di dalam apa yang Allah menematkanmu di dalamnya.

20.Janganlah kamu merasa heran (aneh) kalau terjadi kesukaran-kesukaran (kesusahan) selama kamu berada di dunia ini. Karena sesungguhnya dunia itu dilahirkan melainkan sudah menjadi hak sifatnya dan merupakan ketetapan sifatnya (maksudnya dunia ini tempatnya suatu kesusahan dan tipu daya belaka).

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 14, 2011 in Religi, sufi

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: