RSS

Al hikam bagian 1

13 Mar

kitab al hikam sudah sangat terkenal bagi para sufi,
bagi kita yang ingin mengetahuinya namun terbentur dengan kendala bahasa, berikut ini insya Allah akan Saya tuiskan beberapa terjemahannya kedalam bahasa indonesia, semoga bermanfaat
secara keseluruhan terjemah kitab al hikam ini ada 200 point dan saya insya Alla akan mempostkan sebanyak 10 point perpostnya, supaya kita bisa mengkajinya sedikit demi sedikit, hingga masuk kedalam hati dan memberikan kita kefahaman

Al Hikam
karya Syekh Ahmad Ibnu Athoillah

1. Diantara tanda-tanda orang yang selalu mengandalkan, menonjolkan amal perbuatannya adalah kurang adanya pengharapan akan rahmat Allah disaat terjadi kesalahan dan kekhilafan pada dirinya, sebab manusia itu tidak lepas dari sifat khilaf.
2. Keinginanmu untuk menduduki maqom tajrid (yaitu maqom untuk beribadah hanya kepada Allah dengan meninggalkan usaha lahiriyah untuk mencukupi kebutuhan duniawi) sedangkan Allah masih mentakdirkan kamu untuk menempati maqom sebagai orang yang harus berusaha (kasab) adalah termasuk (perbuatan) hawa nafsu yang samar. Sebaliknya keinginanmu untuk menempati maqam kasab (berusaha untuk menutupi kebutuhan duniawi) padahal Allah sudah menempatkan kamu pada maqam tajrid (hanya beribadah kepada Alah tanpa menghiraukan ma’isyah duniawi) hal itu menunjukan kemerosotan dan penurunan nilai dari cita-cita yang luhur.
3. Kekuatan semangat (himmah) seorang itu tidak bisa menerobos/menembus tirai kepastian takdir yang telah ditetapkan Allah. Oleh karena itu tenangkanlah jiwamu dari urusan mengatur kebutuhan ( persoalan) duniawi (utamanya dalam soal rizki). Sebab apa yang telah disanggupkan oleh selain kamu yaitu Allah, maka janganlah kamu ikut memikirkannya.
4. Ketekunanmu (kesungguhanmu) di dalam mencapai apa yang telah ditanggungkan oleh Allah (sudah dijamin oleh Allah akan rezekinya) dan kelalaianmu di dalam apa yang telah diperintahkan Allah kepadamu, adalah menunjukan atas kebutaan matahatimu.
5. Janganlah ada kelambatan masa pemberian Allah dimana kamu telah bersungguh-sungguh dalam berdo’a (maksudnya pengkabulan do’a yang ditangguhkan tidak dikabulkan sekaligus) itu menyebabkan keputus asaanmu. Sebab Allah SWT telah menanggung dan menjamin akan dikabulkan semua permohonan hamba (apabila dia memohon dan berdo’a). di tangan Allah memilihkan untukmu suatu do’a itu dikabulkan dalam jangka waktu yang panjang, bukan di tangan kamu (atau atas kemauanmu)
6. Janganlah sampai menyebabkan keraguanmu yang sangat mendalam mengenai janji Allah sebab tidak datangnya barang yang dijanjikan itu sekalipun sudah jelas waktunya (mengenai datangnya barang yang dijanjikan pada waktu tertentu) agar keraguan-keraguan itu tidak mencemari penglihatan hatimu dan tidak meredupkan cahaya hati nuranimu (basirahmu)
7. Apabila sudah dibuka jalan bagimu untuk berma’rifat kepada Allah, maka dengan kemarifatanmu itu janganlah kamu memperdulikan amalmu yang sedikit jumlahnya itu. Maka sesungguhnya Allah tidak akan membuka jalan kema’rifatan untukmu kecuali Dia (Allah) menghendaki pengenalan kepadamu. Tidakkah kamu mengerti bahwa ma’rifat itu adalah merupakan suatu anugrah Allah (yang diberikan) kepadamu. Sedang semua amal perbuatan (yang kamu persembahkan) itu adalah merupakan hadiah dari-Nya. Sekarang dimanakah letak perbandingannya antara yang kamu hadiahkan kepada-Nya dengan apa yang telah Allah berikan kepadamu.
8. Beraneka ragamnya jenis amal perbuatan yang tampak (yang telah diwujudkan oleh seseorang) itu adalah mencerminkan bermacam-macam keadaan yang bersumber dari hati seseorang (niat seseorang). Bermacam-macamnya amal yang telah diwujudkan (oleh seorang itu) merupakan kerangka yang berdiri tegak, sedangkan ruhnya adalah terwujudnya rahasia ikhlas (keikhlasan) yang terdapat di dalam hatinya.
9. Tanamlah/tutuplah ke dalam bumi yang sepi (berlaku ikhlaslah). Maka setiap sesuatu yang tumbuh dengan tanpa ditanam, pasti tidak akan sempurna hasil buahnya.
10. Tidak ada sesuatu yang bisa memberi manfaat di dalam hati sebagaimana ‘Uzlah (mengasingkan diri), dimana akan masuk sebab Uzlah itu luasnya berfikir.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 13, 2011 in Religi, sufi

 

Tag:

2 responses to “Al hikam bagian 1

  1. nidafadlan

    Maret 18, 2011 at 7:08 am

    Wah…Luar biasa…kata-kata mutiaranya membangkitakan semangat hidup…

    Versi ebooknya dapat download di sini –> http://nidafadlan.wordpress.com/2011/03/07/al-hikam-untaian-kata-mutiara-islami/

    Salam.

     
  2. agus sutanto

    Juli 5, 2013 at 7:40 am

    Sebuah penyelaman keseimbangan antara mengabdi kepada Alloh dengan hanya beribadah yang sudah ditetapkan dan mencari karunia dg ikhlas untuk mengabdi kepadaNya juga

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: